Minggu, 11 Desember 2011

neraca biaya



Nama               : Denny Mulyana
Kls                   : 3ID 05
NPM               : 33409721
Mata Kuliah    : Estimasi Biaya

UNGGUL STEAM
( Usaha Cuci Sepeda Motor & Mobil )
Mencuci mobil l atau sepeda motor bagi sebagian orang adalah membosankan. Selain itu jika tidak ada kompresor, mencuci sendiri, bisa jadi tidak bersih karena tidak terjangkauannya tempat-tempat yang kecil dan tersembunyi. Hal ini menjadi kesempatan kita untuk menawarkan jasa untuk mencuci kendaraan motor mereka.
Konsumen
Target konsumen kita adalah para pemilik kendaraan bermotor , khususnya yang tinggal di sekitar.
Bagaimana Memulai
Usaha ini membutuhkan tempat kira-kira cukup untuk sebuah mobil dan beberapa sepeda motor. Hal yang perlu di utamakan dan dipersiapkan yaitu  peralatan pendukung seperti kompresor, kain lap, tempat untuk mencuci mobil dan lain-lain.
Untuk pegawai cukup mudah mencarinya karena tidak diperlukan keahlian khusus. Tetapi butuh ketelitian didalam membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau dalam kendaraan tersebut. Sebagai gambaran , untuk harga cuci sepeda motor berkisar Rp 6000,- Rp 7000,- . Sedangkan untuk mobil berkisar antara Rp 15.000 - Rp 20.000,- .
Hambatan
Tidak begitu banyak hambatan dalam bisnis ini kecuali persaingan, karena tetap banyak orang yang tidak ingin repot mencuci sendiri.
Kunci Sukses
Kualitas hasil cucian kita akan menjadi pertimbangan bagi para pelanggan. Jika kualitas dinilai kurang memuaskan mereka bisa mencari tempat lain. Dan jika memuaskan mereka akan terus menggunakan jasa kita dan bahkan mempromosikannya ke teman-temannya yang lain. Sebagai penghargaan atas konsumen dan menarik pelanggan lebih banyak lagi, kita bisa memberi bonus dengan misalnya setelah sepuluh kali cuci, akan mendapatkan gratis sekali cuci. Hal itu bisa kita tempuh dengan memberikan semacam kwtansi khusus menggunakan jasa kita.

ARUS KAS USAHA PENCUCIAN UNGGUL STEAM (BULAN)


Apr
Mei
Jun
Jul
Agts
Sept
Total
A.
Pemasukan ( kas masuk )








Modal
13,1





13,1

Cuci motor
3
3,5
3,4
3
3
3,4
19,3

Cuci mobil
2,1
1,9
2,1
2,5
2,8
1,9
13,3

Jumlah kas masuk
5,1
5,4
5,3
5,5
5,8
5,3
32,6









B.
Pengeluaran ( kas keluar)








Sewa tempat (selama 6 bulan)
4
-
-
-
-
-
4

Kompresor
4
-
-

-
-
4

Bahan baku
1
0,3
0,3
0,35
0,3
0,4
2,65

Pegawai 2 orang
3,6





3,6

Listrik
0,5
0,6
0,65
0,6
0,5
0,55
3,4

Jumlah kas keluar
13,1
0,9
0,95
0,95
0,8
0,95
17,65









C.
Kas bersih
-8
4,5
4,35
4,55
5
4,35










D.
Kas kumulatif
-8
-3,5
0,85
5,55
10,55
14,9


NERACA (juta)
Pemasukan Cuci motor
19,3

AKTIVA

Pemasukan Cuci mobil
13,3

Kas Komsumtif
14,9



Peralatan  (Pembelian kompresor)
4
bahan baku (ember, spons, sabun, sikat, shampo, semir ban dll)
2,65

Biaya listrik
3,4
Laba kotor
29,95

Total aktiva
22,3





Pembayaran pegawai
3,6

PASIVA

Pengeluaran sewa tempat
4

Modal
13,3
Total biaya
7,6

Laba bersih
9



Total pasiva
22,3
 Keterangan
Ø  Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit
Ø  Kewajiban (pasiva) adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang.
Ø  Aliran kas adalah informasi mengenai penerimaan dan pembiayaan kas perusahaan salama periode tertentu.
Ø  Neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Ø  Laba bersih yaitu total laba selama 6 bulan
Analisis BEP
Investigasi Awal
      Tempat                                                                        Rp 4.000.000,-
      Kompresor                                                                  Rp 4.000.000,-
      Alat dan bahan baku                                                   Rp 2.000.000,-
                  TOTAL                                                           Rp 10.000.000,-
Biaya Operasional
      Pegawai 2 orang                                                          Rp 600.000,-
      Listrik dan bahan baku cuci                                        Rp 900.000,-
                  TOTAL                                                           Rp 1.500.000,-
Omzet per bulan                                                                Rp 5.000.000,-
Laba per bulan                                                                  Rp 1.500.000,-
Analisis BEP                                                                     6 bulan


Selasa, 18 Oktober 2011

Tugas 1 (mata kuliah analisis & estimasi biaya)



Nama   : Denny Mulyana
NPM   : 33409721
Kls       : 3 ID 05

a.    First or Investment Cost
First cost umumnya terjadi pada element cost yang tidak berulang setelah project terjadi. “First cost considered to involve the cost of getting an activity or project started“. Keuntungan utama dalam mengenali klasifikasi cost ini adalah untuk memberikan perhatian pada hubungan cost investasi dengan permulaan aktivitas baru. Contoh, biaya investasi lahan.
b.      Operation & Maintenance Cost
Operation cost (biaya operasi) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan atau menjalankan sebuah sistem. Contoh; biaya gaji operator.
Maintenance cost (biaya perawatan) adalah biaya yang dikeluarkan untuk merawat sistem dalam masa operasinya. Contoh, biaya perawatan peralatan dan fasilitas pabrik
c.       Fixed Cost & Variabel Cost
Fixed Cost ( ongkos total tetap ) adalah jumblah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb. Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q) ,sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output. Variabel Cost ( ongkos variabel total ) adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dsb.
d.      Incremental Cost or Marjinal Cost
Incremental Cost atau Marjinal Cost adalah salah satu nama dari biaya yang relevan dengan pilihan di antara berbagai alternatif, tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Contoh, penambahan biaya total produksi karena keputusan manajemen untuk penambahan tenaga kerja dan bahan baku.
e.       Direct Cost & Indirect Cost
Biaya langsung (direct cost) yaitu biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya karena ada sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai itu tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi.
Contoh : Biaya bahan baku langsung & Biaya tenaga kerja langsung
Biaya Tidak Langsung ( indirect cost ) yaitu biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya ini tidak mudah diidentifikasikan dengan produk tertentu.
Contoh : Gaji mandor yang mengawasi pembuatan produk A,B,C merupakan biaya tidak langsung bagi produk A,B,C karena gaji mandor itu terjadi tidak hanya karena memproduksi ketiga jenis produk tersebut.
f.         Total and Unit Cost
Total cost (biaya total) adalah seluruh biaya yang menyangkut outcome (pengeluaran) yang dibayarkan oleh pelaku produksi (perusahaan/produsen) untuk membeli berbagai input (barang dan jasa) untuk keperluan kegiatan operasional produksi. Secara matematis total cost didefinisika sebagai hasil biaya dari penjumlahan antara biaya tetap (fixed cost) dengan biaya variabel (variable cost). Contoh, perusahaan melakukan pengkalkulasian total biaya produksi yang dikeluarkan. Unit Cost adalah total cost dibagi beberapa faktor yang berhubungan dan menghasilkan pernyataan cost per item produced, cost per person, cost per capacity output.
g.      Recurring & Nonrecurring
Recurring cost merujuk pada cost yang berulang pada periode atau interval tertentu, berlawanan dengan nonrecurring cost yang hanya terjadi sekali. (biaya terulang) adalah biaya yang besarnya sama yang harus dibayarkan lagi dengan adanya tambahan suatu aktivitas yang menghasilkan produk (output) yang sama. Setiap penambahan 1 unit output, biaya yang ditanggung berulang atau bertambah sebesar biaya per unitnya. Contoh, apakah mesin photo copy digunakan atau tidak, perusahaan akan membayar uang sewa mesin photo copy sebesar Rp. 1 juta perbulannya.
h.      Sunk or Past Cost
Biaya tertanam (sunk Cost): Biaya yang telah dikeluarkan dan ternyata tidak relevan dengan keputusan itu. Past cost memiliki makna sama dengan Sunk cost dimana nilainya tidak dapat dihindari dan tidak dapat diubah melalui keputusan apapun, tidak peduli akan tidakan apapun yang diambil.